LABUAN BAJO – Badan Peduli Taman Nasional Komodo dan Perairan Sekitarnya (BPTNKPS) menggelar rapat koordinasi multistakeholder terkait keselamatan pariwisata di Labuan Bajo, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Hotel Green Prundi, Kabupaten Manggarai Barat. Rapat ini bertujuan untuk menyamakan persepsi demi meningkatkan standar keamanan bagi para wisatawan.
Ketua BPTNKPS, Pater Marselinus Agot, SVD, menilai situasi keamanan saat ini kurang kondusif. Hal ini disebabkan oleh rentetan peristiwa kapal tenggelam yang kerap berulang di perairan tersebut.
“Situasi kita kurang kondusiflah, ya, dengan peristiwa kapal tenggelam, dan kapal tenggelam ini kan bukan pertama, ini sudah kesekian ya,” ujar Pater Marsel di sela-sela rapat.


Pater Marsel menyayangkan lemahnya koordinasi antarinstansi selama ini. Menurutnya, ego sektoral masih terasa kuat, baik dalam hubungan vertikal maupun horizontal.
“Dan lagi-lagi selama ini kan saya lihat koordinasi sangat lemah antar berbagai stakeholder, termasuk misalnya antara yang vertikal dan horizontal,” tegasnya.
Ia berharap melalui pertemuan ini, komunikasi antarpihak dapat mencair. Jika komunikasi berjalan baik, maka berbagai persoalan keselamatan di lapangan akan lebih mudah untuk diselesaikan.
Pater Marsel menekankan agar lembaga seperti BMKG, KSOP, Dinas Perhubungan, hingga kepolisian menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan maksimal. Sinergi ini dianggap kunci utama perbaikan pariwisata.
“Lalu dengan ini juga supaya setiap bagian itu dia jalankan tugas dengan baik; BMKG, kemudian KSOP, Perhubungan, kemudian polisi dan sebagainya,” tambah Pater Marsel.
Selain peran lembaga teknis, ia juga menyoroti peran penting media massa dalam mendukung situasi yang aman. Media diharapkan tetap independen dan akurat dalam menyajikan informasi.
“Dan di sini peran dari media massa sangat dibutuhkan. Media massa betul harus jadi betul independen. Kalau independen maka mereka tidak boleh beri opini, mereka tampung semua suara dari berbagai pihak,” tuturnya.
Ia menyebutkan bahwa fungsi dari media massa sangat penting sebagai informasi, edukasi, kontrol, dan ekonomi.
“Kalau ini dijalankan baik, informasi memberi informasi yang tepat, lalu akurasi sangat dibutuhkan. Kalau ini jalan saya terus yakin situasi kita makin hari makin lebih baik. Kira-kira itu ya,” katanya.
Pantauan bajoupdate.com di lokasi, suasana diskusi berlangsung sangat dinamis dan interaktif. Para peserta tampak antusias memberikan masukan kritis terkait draf kesepakatan keselamatan yang dipaparkan.
Rapat ini dihadiri oleh lintas sektoral mulai dari Pemerintah Daerah Manggarai Barat, perwakilan Kementerian, otoritas pelabuhan, hingga asosiasi pelaku pariwisata.
Penulis : Fons Abun
Editor : Redaksi








