LABUAN BAJO — Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Manggarai Barat (Mabar), Rofinus Edison Risal, menyambut kepastian Labuan Bajo sebagai tuan rumah cabang olahraga layar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, menyebutnya sebagai momentum penting bagi pembinaan atlet sekaligus kemajuan daerah.
Menurut Rofinus, ajang olahraga tingkat nasional ini menjadi kesempatan emas untuk memperkuat pembinaan olahraga prestasi dan mempromosikan potensi bahari daerah itu secara luas.
Ia menyatakan KONI Mabar siap berkoordinasi secara terencana dengan pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan demi mematangkan fasilitas pertandingan, sarana pendukung, hingga sumber daya manusia.
Rofinus juga menekankan perhelatan ini berpotensi mendongkrak perekonomian lokal melalui peningkatan okupansi hotel, transportasi, kuliner, dan geliat pelaku UMKM seiring datangnya kontingen dari berbagai penjuru tanah air.
Kepastian Labuan Bajo sebagai arena pertandingan diungkapkan oleh Pengurus Besar Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (PB Porlasi) usai meninjau kawasan Pantai Gorontalo pada Jumat (16/10).
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) PB Porlasi, Wirontono Wardojo, menilai bentang pantai dari belakang Hotel Atlantis hingga Hotel Jayakarta telah memenuhi standar teknis nasional.
“Lokasi ini untuk daratnya memenuhi standar kami. Kalau kami memakai standar nasionalnya saja, jadi untuk PON sesuai dengan standarnya PB Porlasi, ini memenuhi,” ujar Wirontono.
Terkait ketiadaan bangunan permanen di lokasi, Wirontono memastikan kendala tersebut dapat diatasi tanpa menurunkan kualitas fasilitas bagi atlet.
“Kalau memang tidak ada ruangan yang permanen ya pakai tenda. Bisa disiasati tendanya, beberapa tenda dilengkapi dengan penerangan dan air condition (AC),” jelasnya.
Ajang cabang olahraga layar di Labuan Bajo ini dijadwalkan bakal diikuti oleh maksimal 110 atlet hasil babak kualifikasi, ditambah kuota bagi tuan rumah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dukungan finansial turut dipastikan oleh Pemerintah Provinsi NTT bersama DPRD yang telah menyiapkan skema penyertaan modal sebesar Rp250 miliar untuk menyukseskan PON 2028 di seluruh cabang olahraga.
“Pada tahap pertama yang sudah direalisasikan 75 miliar. Anggaran yang dicair bertahap untuk semua jenis cabor hingga puncak pada PON 2028,” ungkap Ketua Fraksi PSI DPRD NTT, Junaidin Mahasan.
Junaidin meyakini perhelatan ini akan membawa dampak ekonomi berganda bagi Labuan Bajo, seraya menegaskan target prestasi daerah di ajang nasional tersebut.
“Bukan saja sebagai tuan rumah, kita juga harus juara,” tegas Junaidin.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajoupdate






