LABUAN BAJO – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penerapan Silentium Magnum atau “Jumat Hening” di Labuan Bajo. Program ini dijadwalkan kembali berlangsung pada peringatan Jumat Agung, 3 April 2026 mendatang.
Pelaksanaan tahun ini merupakan tahun kedua setelah sebelumnya mendapatkan respons positif dari berbagai elemen masyarakat di Manggarai Barat.
Silentium Magnum akan diwujudkan melalui pembatasan aktivitas masyarakat pada waktu tertentu guna menciptakan suasana yang hening dan reflektif.
Langkah ini bertujuan mendukung kekhusyukan ibadah Tri Hari Suci Paskah sekaligus mendorong kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan bahwa program ini merupakan upaya bersama untuk mewujudkan keheningan total di wilayah tersebut.
Menurut Bupati yang akrab disapa Edi Endi ini, Silentium Magnum adalah bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan daerah dan lingkungan hidup.
Ia menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan aksi kolektif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Tidak semata-mata ini soal urusan keagamaan, tapi sebenarnya kita mau mewujudkan bahwa alam ini mau beristirahat,” ujar Edi Endi saat memimpin rapat persiapan di Labuan Bajo, Senin (16/3/2026).
Ia menambahkan, saat ini alam kerap disibukkan dengan berbagai kemajuan pembangunan dan penggunaan kendaraan bermotor yang memicu polusi serta kebisingan.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama BPOLBF menyatakan bahwa program ini adalah bentuk integrasi nilai spiritual dan budaya dalam pengembangan pariwisata.
Pihaknya menilai Silentium Magnum merupakan ruang untuk menghormati kearifan lokal serta perjalanan hidup masyarakat Flores.
“Keheningan ini menjadi ruang untuk menghormati alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal,” ungkap Plt. Dirut BPOLBF dalam keterangannya
BPOLBF juga memandang pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tokoh agama, dan pelaku pariwisata demi keberlanjutan program ini.
Pelaksanaan tahun kedua ini diharapkan menjadi fondasi untuk mendorong gerakan serupa di seluruh wilayah Pulau Flores.
Sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), Labuan Bajo kini tidak hanya mengandalkan keunggulan alam semata.
Wisatawan kini diajak untuk merasakan pengalaman yang lebih bermakna dengan menghormati nilai-nilai spiritual yang hidup di tengah masyarakat.
BPOLBF optimis, melalui Silentium Magnum, posisi Labuan Bajo sebagai destinasi yang reflektif dan berkelanjutan akan semakin kuat di mata dunia.
Penulis : Fons Abun
Editor : Redaksi








