Gempa M 7,7: Nyaris Semua Rumah di Cibal Barat Hancur, Luput dari Data Pusat

- Redaksi

Senin, 17 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi warga di Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai harus tidur tenda darurat. Dari data  yang dilaporkan ratusan rumah terdampak gempa.

Kondisi warga di Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai harus tidur tenda darurat. Dari data yang dilaporkan ratusan rumah terdampak gempa.

RUTENG — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai, Arlan Nala, mendesak pemerintah daerah segera memfokuskan distribusi bantuan darurat bagi penyintas gempa bumi magnitudo 7,7. Kebutuhan mendesak saat ini adalah sembako dan terpal.

“Saya minta pemda fokus ke bantuan darurat. Masyarakat kesulitan tempat pengungsian sekarang,” kata Arlan di Ruteng, Senin, 17 Agustus 2026.

Politikus Partai Demokrat itu menyebut rentetan gempa susulan masih terus terjadi. Kondisi tersebut membuat aktivitas sosial dan ekonomi warga lumpuh total karena dilanda kepanikan.

Di luar masalah logistik, sebelumnya, Arlan menyoroti lambatnya pendataan kerusakan. Ia menilai data sementara yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Ahad pagi, 16 Agustus 2026, belum mencerminkan fakta di lapangan.

Baca Juga:  Kemenpar dan BPOLBF Perkuat Standar Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo

Laporan awal BNPB mencatat hanya 346 unit rumah rusak pascagempa Sabtu, 15 Agustus 2026. Rinciannya meliputi 157 rumah rusak berat, 41 rusak sedang, dan 148 rusak ringan.

“Saya yakin jumlah ini jauh lebih kecil dari jumlah yang sebenarnya. Keyakinan ini tentu berdasarkan fakta lapangan,” ujar Arlan.

Ia mencontohkan kondisi di Kecamatan Cibal Barat, tepatnya di Desa Golowoi, Desa Wae Codi, Desa Compang Cibal, Desa Lenda. Di wilayah tersebut, nyaris seluruh bangunan rumah warga hancur terdampak guncangan.

Baca Juga:  Gempa M 7,7 Nagekeo: 38 Tewas, Tim SAR Berpacu Selamatkan Korban Tertimbun

“Puluhan yang rusak parah, ratusan rusak sedang, sisanya rusak ringan. Hanya satu atau dua rumah saja yang tidak terdampak,” tuturnya.

Untuk mencegah kesimpangsiuran, Arlan meminta Pemda Manggarai proaktif menagih laporan resmi dari setiap kepala desa. Langkah jemput bola ini dinilai krusial untuk mempermudah validasi data.

Menurutnya, data yang akurat sangat dibutuhkan agar intervensi pemerintah pusat bisa dieksekusi dengan cepat dan tepat sasaran.

Terutama untuk memenuhi kebutuhan logistik dasar bagi ribuan warga di tenda pengungsian.

Dampak destruktif gempa ini sangat dirasakan oleh warga. Florianus Adi, warga asal Dusun Cekok, Desa Wae Codi, menceritakan detik-detik lindu mengguncang pada pukul 05.58 Wita.

Baca Juga:  Evakuasi Berlanjut, Korban Tewas Gempa Nagekeo Capai 40 Orang

Saat itu, ia tengah bersiap membangunkan anaknya untuk berangkat ke sekolah.
“Tiba-tiba guncangan keras datang hingga merusak semua bangunan rumah,” kata Florianus.

Meski seluruh anggota keluarganya selamat, Florianus kehilangan tempat tinggal yang kini rusak parah dan tak bisa lagi ditempati.

“Kerugian sangat besar sekali, bisa dibilang ratusan juta, karena rumah tak bisa digunakan lagi,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan di Desa Wae Codi, ratusan rumah warga mengalami kerusakan struktural parah. Dinding rumah roboh dan retak, sementara beberapa bagian atap ambruk karena tak kuat menahan guncangan.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Buntut Status FB, EH Jadi Tersangka tapi Cuma Wajib Lapor
Cakades 04 Minta Coblos Ulang, Panitia Pilkades Lewat Heran: Saat Pleno Lancar-lancar Saja
Kalah Tipis 3 Suara, Cakades Lewat Mabar Gugat Hasil Pilkades dan Minta Coblos Ulang
Pemkab Manggarai Barat ke PLN: Jangan Alergi Kritik!
Bakar 832 Ribu Rokok Ilegal, Kepala Bea Cukai Labuan Bajo Soroti Kerugian Pajak dan Cukai
Menang Tipis 19 Suara, Sukarman Resmi Nakhodai Desa Golo Mori
Wabup Matim Pantau Pengerjaan Lapen Simpang Nantal-Kawit- Laing Rana Mese, Ingatkan Soal Kualitas
Kawal Hak Suara Warga Sakit, Panitia Pilkades Desa Gorontalo Mabar Datangi Rumah ke Rumah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:03

Buntut Status FB, EH Jadi Tersangka tapi Cuma Wajib Lapor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:57

Kalah Tipis 3 Suara, Cakades Lewat Mabar Gugat Hasil Pilkades dan Minta Coblos Ulang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:31

Pemkab Manggarai Barat ke PLN: Jangan Alergi Kritik!

Rabu, 30 September 2026 - 12:47

Bakar 832 Ribu Rokok Ilegal, Kepala Bea Cukai Labuan Bajo Soroti Kerugian Pajak dan Cukai

Rabu, 30 September 2026 - 11:55

Menang Tipis 19 Suara, Sukarman Resmi Nakhodai Desa Golo Mori

Berita Terbaru