JAKARTA — Anggota DPD RI daerah pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Maria Caecilia Stevi Harman, mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) turun tangan membantu mahasiswa terdampak gempa bumi di Pulau Flores. Ia meminta ada jaminan keberlanjutan pendidikan bagi mereka.
Permintaan ini disampaikan langsung oleh Stevi melalui surat permohonan dukungan kebijakan pendidikan tinggi. Surat tersebut diserahkan ke pihak Kemendiktisaintek di Ruang Rapat Majapahit, Gedung DPD RI, Jakarta, Selasa kemarin (6/10/2026).
Stevi menyoroti masalah penentuan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang berpatokan pada data desil. Menurutnya, kemampuan ekonomi keluarga terdampak gempa bisa berubah drastis pascabencana.
Kerusakan rumah, kehilangan tempat usaha, hingga putusnya sumber pendapatan keluarga membuat data administratif sering kali tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Ada calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu, bahkan anak-anak yatim, yang berdasarkan informasi yang kami terima tidak memperoleh KIP Kuliah karena tercatat berada pada desil 4 ke atas,” ujar Stevi Harman.
Oleh sebab itu, Stevi meminta Kemendiktisaintek memberikan ruang verifikasi khusus. Hal ini ditujukan bagi calon mahasiswa korban gempa yang secara administrasi berada di atas batas desil, namun faktanya kini menjadi keluarga tidak mampu.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco, memastikan pemerintah telah menyediakan skema khusus. Ruang verifikasi terbuka bagi mahasiswa di atas desil 4 asalkan memenuhi kriteria tertentu.
Skema tersebut berlaku bagi mahasiswa yatim piatu, penghasilan orang tua di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP), serta siswa yang sebelumnya menerima Program Indonesia Pintar (PIP) saat SMP hingga SMA.
Selain masalah KIP Kuliah, Stevi juga mendorong adanya kebijakan afirmasi khusus pascabencana. Ia meminta adanya keringanan, penundaan, hingga pembebasan sementara Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak gempa.
Koordinasi dengan perguruan tinggi juga dinilai mutlak diperlukan. Hal ini untuk menjaga status akademik mahasiswa tetap aman selama masa pemulihan pascabencana.
Di akhir penyampaiannya, Stevi menegaskan bahwa bencana alam tidak boleh memutus harapan generasi muda Flores untuk mengenyam pendidikan tinggi. Ia berharap data mahasiswa terdampak yang sudah dihimpun bisa segera dieksekusi.
“Jangan sampai bencana yang sudah berdampak terhadap kehidupan keluarga kemudian menjadi alasan tambahan seorang anak kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” tutup Stevi.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajoupdate





