LABUAN BAJO — Libertus Simpel, seorang mantan penjual ikan dan durian keliling di Labuan Bajo, resmi memenangi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Suka Kiong, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, pada Selasa, 29 September 2026.
Pria yang akrab disapa Ibe ini dipercaya memimpin desa tersebut untuk periode delapan tahun ke depan (2026–2034).
Kemenangan Ibe diraih lewat pertarungan demokrasi yang amat ketat. Ia berhasil unggul tipis, selisih 22 suara dari pesaingnya yang mengantongi 321 suara.
Hasil ini mengukir babak baru dalam hidup Ibe. Sebelumnya, ia sangat dikenal masyarakat Labuan Bajo sebagai penjual buah-buahan yang pantang menyerah di jalanan.
“Saya menjual buah di Kota Labuan Bajo itu, sejak 2016 sampai 2026,” kata Ibe mengenang perjalanan hidupnya.
Jalur pendidikan Ibe sebenarnya cukup panjang. Setelah lulus dari SDI Tebang, SMP 1 Kuwus, dan SMAN 1 Labuan Bajo, ia sempat menempuh pendidikan di Kampus Panca Sakti Makassar pada 2013 sebelum akhirnya terjun berwirausaha.
Sebagai pedagang, komoditas andalannya adalah durian khas wilayah Kolang, yang juga merupakan kampung halamannya.
Daging buah yang tebal dan cita rasa legit membuat durian jualan Ibe selalu habis diburu. Tak jarang, para pelanggan setia harus rela mengantre hingga melakukan booking order via WhatsApp. Selain durian ia juga menjual berbagai jenis buah-buahan.
Namun, rutinitas bolak-balik Labuan Bajo–Suka Kiong setiap musim durian ternyata membawa dampak lain. Sepanjang perjalanan, Ibe menyaksikan langsung berbagai persoalan warga desa yang belum teratasi maksimal.
Keluh kesah itu kerap ia bawa ke lapaknya. Diskusi ringan bersama para pelanggan sambil menikmati durian Kolang perlahan menjelma menjadi refleksi mendalam baginya.
Dari obrolan di lapak buah itulah, lahir cita-cita Ibe untuk membawa Desa Suka Kiong menjadi desa yang maju, mandiri, sehat, sejahtera, dan bermartabat.
Niat itu kemudian ia utarakan kepada keluarga di kampung. Sambutan warga antusias, namun dorongan terbesar justru datang dari sang istri di rumah.
Sang istri tak sekadar memberi semangat. Dengan pertimbangan matang, ia memberikan kalkulasi matematis agar perjuangan politik sang suami tidak mematikan asap dapur rumah tangga.
Dukungan rasional dari istri berpadu dengan semangat perubahan dalam diri Ibe. Kombinasi ini menjadi fondasi kokoh yang memuluskan langkahnya menuju kursi kepemimpinan desa.
Kini, setelah pertarungan politik usai, Ibe meminta seluruh warga desa untuk kembali bersatu tanpa sekat.
“Kemenangan ini bukan kemenangan saya, tapi kemenangan seluruh warga Desa Suka Kiong,” ujarnya tegas.
Ia memastikan momentum rivalitas Pilkades telah berakhir. Tidak boleh ada lagi kubu-kubuan di tengah masyarakat.
“Sekarang tidak ada lagi pendukung si A atau si B, yang ada hanya warga Desa Suka Kiong,” tutur Ibe.
Di akhir pernyataannya, mantan penjual durian ini menunjukkan kerendahan hatinya sebagai seorang pemimpin baru.
“Saya mohon doa restunya, dan tolong tegur saya kalau nanti saya salah jalan dalam memimpin,” kata Ibe memungkasi.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajoupdate






