Beredar Video Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Ungkap Kronologinya

- Redaksi

Minggu, 27 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah video yang menampilkan tenggelamnya kapal pinisi wisata beredar luas di media sosial pada Minggu (27/9/2026) pagi. ( Sumber Gambar—Tangkapan layar video beredar di media sosial pada Minggu pagi (27/9/2026).

Sebuah video yang menampilkan tenggelamnya kapal pinisi wisata beredar luas di media sosial pada Minggu (27/9/2026) pagi. ( Sumber Gambar—Tangkapan layar video beredar di media sosial pada Minggu pagi (27/9/2026).

LABUAN BAJO — Sebuah video yang menampilkan tenggelamnya kapal pinisi wisata beredar luas di media sosial pada Minggu (27/9/2026) pagi. Kapal tersebut tampak karam di perairan Pulau Seture, Labuan Bajo, sementara sejumlah pihak mengevakuasi wisatawan asing menggunakan sekoci.

Merespons rekaman visual yang beredar, Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat membenarkan adanya insiden kecelakaan laut tersebut. Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, IPTU Leonardo Marpaung, mengonfirmasi bahwa kapal yang tenggelam adalah KM Yukai berkapasitas 55 Gross Tonnage (GT).

Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 06.30 WITA. Kapal menabrak gugusan karang dangkal di perairan Tanjung Sture, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Insiden bermula saat KM Yukai berlayar dari area mooring Pulau Kelapa menuju Pulau Bidadari untuk kegiatan snorkeling. Saat kejadian, kondisi air laut di perairan Tanjung Sture sedang surut.

Baca Juga:  Misteri Riwayat Sakit di Balik Kematian Pekerja Hiburan Malam Labuan Bajo

“Mualim atau jurumudi kapal diduga kurang memahami alur pelayaran lokal serta mengabaikan keberadaan rambu navigasi di ujung tanjung,” kata Leonardo melalui keterangan resmi, Minggu (27/9/2026).

Akibatnya, bagian bawah lambung kapal menghantam terumbu karang dengan keras hingga memicu kebocoran serius. Dalam hitungan menit, kapal mengalami kemiringan ekstrem dan perlahan tenggelam.

Situasi darurat ini langsung direspons oleh dua kapal wisata lain yang melintas, yakni KM NK Jaya 01 dan KM Alfatran. Mereka merapat untuk memberikan pertolongan darurat awal menggunakan sekoci.

Pukul 06.35 WITA, Satpolairud Polres Manggarai Barat menerima laporan kecelakaan dan segera menerjunkan Tim SAR Gabungan.

Baca Juga:  Ribuan Tabung LPG Tiba di Labuan Bajo, Pengusaha Diminta Setor Data Kebutuhan

Sebanyak 21 personel lintas instansi dari Ditpolairud Polda NTT, Korpolairud Baharkam Polri, KSOP Labuan Bajo, dan Basarnas dikerahkan.

Tim tiba di lokasi koordinat kecelakaan pada pukul 07.15 WITA menggunakan lima unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dan satu unit kapal Interceptor.

“Fokus utama kami saat menerima informasi adalah memastikan keselamatan seluruh jiwa di atas kapal. Tim langsung menyisir badan kapal untuk memastikan tidak ada korban yang terjebak di dalam kabin maupun ruang mesin,” ujar Leonardo.

Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa korban jiwa maupun luka-luka. Mereka dipindahkan dari sekoci ke unit RIB menuju daratan.

Pukul 08.15 WITA, seluruh korban tiba di dermaga untuk menjalani pemeriksaan medis dasar dan pendampingan trauma psikologis.

Baca Juga:  Idul Adha Cup Soknar: Teratai DeRie Tundukkan Putri Kerora Dua Set Tanpa Balas

Total korban yang dievakuasi berjumlah 19 orang. Rinciannya, 6 awak kapal yang dipimpin Nakhoda Armansyah (32), serta 13 penumpang yang terdiri dari warga negara Indonesia dan wisatawan mancanegara.
Rombongan turis asing tersebut berasal dari empat negara, yakni Belgia (2 orang), Prancis (2 orang), Malaysia (2 orang), dan Italia (1 orang).

Kendati tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat karamnya KM Yukai ditaksir mencapai Rp1 miliar. Saat ini, kepolisian tengah melakukan proses BAP terhadap nakhoda dan jurumudi untuk mendalami unsur kelalaian dalam pelayaran.

Satpolairud juga terus berkoordinasi dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo untuk menandai serta mengamankan lokasi bangkai KM Yukai agar tidak membahayakan alur navigasi kapal lain.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajoupdate

Berita Terkait

30 Pemandu Snorkeling Labuan Bajo Jalani Asesmen Ketat
Pelaku Wisata Labuan Bajo Nyaris Rugi Rp 19 Juta Akibat Ulah Sebelas Turis Asing
Famtrip BPOLBF x Scoot: Upaya Kembalikan Citra Pariwisata Flores Pascabencana
Separuh Honor Konser Wizz Baker di Parapuar Disumbangkan untuk Korban Gempa Flores
Cara BPOLBF Pulihkan Wisata Labuan Bajo Usai Gempa Flores
Janji Fatinci Sodo Bawa DWP NTT Bersaing Lewat Potensi Pangan dan Kerajinan Lokal
HUT ke-1 Kodim 1630: Refleksi Sinergi dan Aksi Spontan di Zona Gempa
Kritik Keras DPD GMNI NTT: Regenerasi Bukan Sekadar Ganti Orang di Struktur

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 13:43

Beredar Video Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Ungkap Kronologinya

Jumat, 25 September 2026 - 14:29

30 Pemandu Snorkeling Labuan Bajo Jalani Asesmen Ketat

Selasa, 22 September 2026 - 09:15

Pelaku Wisata Labuan Bajo Nyaris Rugi Rp 19 Juta Akibat Ulah Sebelas Turis Asing

Senin, 21 September 2026 - 19:32

Famtrip BPOLBF x Scoot: Upaya Kembalikan Citra Pariwisata Flores Pascabencana

Minggu, 20 September 2026 - 19:47

Separuh Honor Konser Wizz Baker di Parapuar Disumbangkan untuk Korban Gempa Flores

Berita Terbaru

Calon Kepala Desa nomor urut 1, Sukarman, M.A.P menggelar kampanye akbar di Kampung Jarak yang dihadiri lebih dari 400 simpatisan pada Rabu (23/9/2026).

Sosok

Mengenal Sukarman Cakades Golo Mori Nomor Urut Satu

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:37

Kementerian Pariwisata bersama sejumlah lembaga terkait menggelar sertifikasi kompetensi kepemanduan snorkeling Level III bagi 30 pemandu di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Langkah ini diambil secara khusus untuk merespons persoalan keselamatan wisata bahari yang belakangan menjadi sorotan di kawasan destinasi super prioritas tersebut.

Pariwisata

30 Pemandu Snorkeling Labuan Bajo Jalani Asesmen Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 - 14:29