Mengenal Sukarman Cakades Golo Mori Nomor Urut Satu

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Kepala Desa nomor urut 1, Sukarman, M.A.P menggelar kampanye akbar di Kampung Jarak yang dihadiri lebih dari 400 simpatisan pada Rabu (23/9/2026).

Calon Kepala Desa nomor urut 1, Sukarman, M.A.P menggelar kampanye akbar di Kampung Jarak yang dihadiri lebih dari 400 simpatisan pada Rabu (23/9/2026).

LABUAN BAJO — Mengenal Sukarman, Calon Kepala Desa (Cakades) Golo Mori nomor urut 1, berarti melihat sosok pemimpin muda dengan rekam jejak akademik yang mentereng. Pria 34 tahun bergelar Magister Administrasi Publik (MAP) ini maju di Pilkades dengan satu ambisi besar: mengubah status desanya menjadi desa mandiri.

Lahir dari pasangan Abdul Karim dan Siti Maina. Ayah Sukarman, Abdul Karim, merupakan mantan Kepala Desa Golo Mori selama dua periode sejak 1988 hingga 1999.

Sukarman meniti jalan panjang dari bangku sekolah desa hingga meraih gelar pascasarjana. Ia menamatkan pendidikan dasarnya di SDN Jarak, berlanjut ke SMPN Satap Jarak, lalu merampungkan masa putih abu-abu di SMAN 1 Komodo.

Kesadaran akan pentingnya pendidikan membawa Sukarman merantau dan aktif di organisasi kemahasiswaan. Mantan Ketua PMII Cabang Bima ini meraih gelar S1 Pendidikan Sosiologi dari STKIP Bima pada 2017, sebelum akhirnya menuntaskan studi S2 di Universitas Islam Malang (UNISMA).

Baca Juga:  Sukarman Maju Pilkades Golo Mori: Siap Berdayakan Petani, Nelayan hingga UMKM Lokal

Modal intelektual dan pengalaman birokrasi inilah yang ia bawa dalam kampanye akbarnya di Kampung Jarak, Rabu (23/9/2026). Kampanye tersebut menjadi unjuk kekuatan dengan hadirnya lebih dari 400 massa pendukung.

Massa yang memadati tenda kampanye berasal dari berbagai perwakilan anak kampung. Mulai dari Soknar, Lenteng, Jarak, Lo’ok, Nggoer, Ra’ong, Tao, hingga Compang, semuanya bersatu mendengarkan pemaparan visi Cakades nomor urut 1 ini.

Dalam orasinya, Sukarman menegaskan bahwa urusan persaudaraan adalah fondasi utama yang harus diletakkan di atas politik. Ia mengibaratkan Golo Mori sebagai “Rumah Besar” dengan keragaman latar belakang yang tidak boleh hancur hanya karena beda pilihan.

“Sejatinya politik itu hanya sesaat, mungkin sampai tanggal 29 saja. Jangan gara-gara politik, ikatan keluarga kita hancur. Selanjutnya, kebersamaan kita yang akan terus dipupuk,” tegas Sukarman.

Baca Juga:  Ino Peni: Dari Juru Parkir ke Pucuk PAN

Sebagai orang muda yang paham kebijakan publik, ia menawarkan program konkret. Sukarman berjanji menghidupkan kembali Karang Taruna yang mati suri, guna memberi ruang bagi pemuda untuk mengelola potensi desa.

Ia menolak warganya hanya menjadi penonton di tengah status Golo Mori sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

Meski fokus pada pariwisata, Sukarman menjamin akar ekonomi desa tak akan ditinggalkan. Sektor pertanian, kelautan (nelayan), dan UMKM akan tetap menjadi urat nadi kehidupan warga Golo Mori.

Ia juga mengedepankan pendekatan kultural melalui musyawarah mufakat adat atau Lonto Leok. Sukarman berkomitmen agar persoalan sosial masyarakat dapat diselesaikan bersama Tu’a Golo (tetua adat) tanpa harus buru-buru dibawa ke ranah hukum.

Gagasan ini diamini oleh barisan pendukungnya. Hilarius S. Yance D., orator politik perwakilan Kampung Nggoer, menilai visi pariwisata Sukarman sangat tajam karena berpijak pada tiga asas mutlak: lestari, makmur, dan berdaya saing.

Baca Juga:  Sosok Yono Jehanu: Pemimpin "Petarung" dari Batu Cermin, Bangun Kantor Pakai Uang Pribadi hingga Hidupkan Tarkam

Mengutip pemikiran Gus Dur, Hilarius mengingatkan bahwa integritas adalah kunci kepemimpinan. “Politik di Golo Mori harus membawa kebahagiaan. Jangan sampai keakraban, kekerabatan, dan dinamika sosial kita dirusak oleh politik sesaat,” ungkap Hilarius.

Dukungan serupa datang dari Ekin, orator asal Kampung Tao. Ia membedah keunggulan komparatif Sukarman yang dinilai jauh melampaui standar rata-rata kandidat kepala desa, terutama pada pemahaman ilmu pemerintahannya.

“Gelar Magister Administrasi Publik membuatnya paling tepat memimpin desa ini. Sebelum mencalonkan diri pun, beliau adalah tokoh kunci di balik perumusan RPJMDes dan RKPDes Golo Mori,” tegas Ekin.

Melalui rekam jejak tersebut, Ekin meyakinkan massa bahwa Sukarman bukanlah kandidat yang sekadar menebar janji, melainkan sosok yang sudah teruji kemampuannya untuk mengawal lompatan Golo Mori menjadi Desa Mandiri.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajoupdate

Berita Terkait

Sukarman Maju Pilkades Golo Mori: Siap Berdayakan Petani, Nelayan hingga UMKM Lokal
Cakades Golo Mori Sukarman Tegaskan Keluarga Lebih Tinggi dari Politik
Siprianus Towan di Pilkades Bangka Lao: Saya Maju Mengabdi, Bukan Cari Jabatan
Berdiri Paling Tegar di Atas Kaki yang Tertatih: Kisah Siprianus Menjadi Jembatan Harapan Korban Gempa
Jejak Kemanusiaan di Pelosok Manggarai Barat: Saat Polisi Merawat Luka Penyintas Gempa
Verry Klau Kaget Lagu “Lu Kenal Veronika Ko” Viral: Musiknya dari Kecerdasan Buatan
Menakar Makna Jabat Tangan Mario-Richard dan Yono, Pengguna FB: ‘Foto Termahal 2026’
Sosok Yono Jehanu: Pemimpin “Petarung” dari Batu Cermin, Bangun Kantor Pakai Uang Pribadi hingga Hidupkan Tarkam

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:37

Mengenal Sukarman Cakades Golo Mori Nomor Urut Satu

Jumat, 25 September 2026 - 19:34

Sukarman Maju Pilkades Golo Mori: Siap Berdayakan Petani, Nelayan hingga UMKM Lokal

Jumat, 25 September 2026 - 12:30

Cakades Golo Mori Sukarman Tegaskan Keluarga Lebih Tinggi dari Politik

Rabu, 23 September 2026 - 16:00

Siprianus Towan di Pilkades Bangka Lao: Saya Maju Mengabdi, Bukan Cari Jabatan

Selasa, 1 September 2026 - 12:22

Berdiri Paling Tegar di Atas Kaki yang Tertatih: Kisah Siprianus Menjadi Jembatan Harapan Korban Gempa

Berita Terbaru

Calon Kepala Desa nomor urut 1, Sukarman, M.A.P menggelar kampanye akbar di Kampung Jarak yang dihadiri lebih dari 400 simpatisan pada Rabu (23/9/2026).

Sosok

Mengenal Sukarman Cakades Golo Mori Nomor Urut Satu

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:37

Kementerian Pariwisata bersama sejumlah lembaga terkait menggelar sertifikasi kompetensi kepemanduan snorkeling Level III bagi 30 pemandu di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Langkah ini diambil secara khusus untuk merespons persoalan keselamatan wisata bahari yang belakangan menjadi sorotan di kawasan destinasi super prioritas tersebut.

Pariwisata

30 Pemandu Snorkeling Labuan Bajo Jalani Asesmen Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 - 14:29